Selamat Menyongsong Hari Kematian

“Memang mati itu urusan Tuhan, tapi janganlah dengan cara seperti ini…”

(Ratna, salah seorang keluarga korban Bom Kuningan.)

Maut bisa menjemput kapan saja. Bahkan tanpa diduga-duga. Dalam banyak kecelakaan, kematian malah datang ketika si empunya nyawa sedang tertawa-tawa, riang gembira. Proses kematian seperti ini, seringkali, membuat banyak keluarga yang ditinggalkan shock, tidak percaya, bahkan kerap mengalami depresi berkepanjangan.

Tentu saja berbeda dengan kematian yang sudah bisa “diduga”. Misalnya, pada orang yang sudah sakit keras berhari-hari, berusia uzur dan nyaris tanpa harapan hidup. Pada orang dengan kondisi seperti ini, banyak keluarga justru berdoa “berilah jalan terbaik” kepada si sakit. Kalimat “berilah jalan terbaik” itu sebenarnya adalah doa yang “halus” untuk memohon agar Tuhan menyegerakan pencabutan nyawa. “Daripada terlalu lama merasakan sakitnya.”

Maut, pada saatnya, akan menghampiri setiap kita, dalam kondisi tubuh sesehat apa pun dan situasi sekitar (lingkungan) se-safety apa pun. Terlalu banyak cara dan alasan bagi Tuhan untuk mencabut nyawa ciptaan-Nya. Termasuk seperti yang dialami aktivis HAM, Munir, yang menjemput ajal di dalam pesawat terbang.

Maka, janganlah pernah terkejut ketika maut menjemput. Sebab kematian tak pernah jauh dari hidup kita di dunia yang sungguh hanya sekejap ini.

Selamat hari Sabtu. Selamat menyongsong hari kematian, yang entah kapan, PASTI datang.

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Satu tanggapan untuk “Selamat Menyongsong Hari Kematian

  • 28 Januari 2011 pada 17:14
    Permalink

    Kematian tdak harus dtakuti, tapi perlu disikapi dg persiapan mental dan amal. Tak ada yg berharga bg manusia kecuali jasa yg ditinggalkannya. Anak istri milik org lain. Harta waris boleh jadi habis dbagi. Tapi bs juga berharga bg si mati jika diwakafkan. Jasa buat org bnyak nilainya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.