Keppres dari Presiden untuk Presiden

Dunia semakin lucu saja. Meski bukan barang baru, keputusan presiden (Keppres) untuk hak dan fasilitas mantan presiden kembali disahkan, tentu saja oleh presiden sendiri. Ini aturan benar-benar dibuat sekaligus diperuntukkan bagi pemimpin republik ini. Sang presiden, yang sebentar lagi menjadi mantan, tentu saja begitu peduli dengan hari tuanya pasca meninggalkan singgasana istana.

Maka, dalam Keppres itu, Megawati memutuskan bahwa saat pensiun mulai 20 Oktober nanti ia bersama keluarganya berhak atas fasilitas rumah seharga Rp20 miliar, ditambah mobil plus sopir pribadi, juga sekretaris berikut pengawal. Rumah yang Rp20 miliar itu bakal baik terus karena negara juga menanggung biaya perawatannya, termasuk bila kelak harus direnovasi, serta biaya rutin bulanan seperti pemakaian listrik, air dan telepon. Di luar itu semua, sang mantan presiden juga memperoleh dana pensiun yang setara dengan gaji pokoknya selama menjabat sebagai presiden. Berapakah gaji pokok presiden?

Mari kita bicarakan yang Rp20 miliar itu saja. Anda pernah lihat uang sebanyak itu? Kalau ditumpuk dalam pecahan Rp50 ribuan, rumah saya saja mungkin tak cukup menampungnya. Di kota saya, Banjarbaru, pemerintahnya sedang punya proyek membangun “Seribu Rumah” untuk PNS. Beberapa hektare lahan dibuka untuk proyek belaskasihan kepada pegawai negeri itu, yang semua tau, “gaji resmi” mereka tak mungkin cukup mencicil rumah di kompleks perumahan milik developer ternama. Nilai proyeknya? Tentu saja tidak sampai Rp20 miliar!

Bayangkan, 1 biji rumah untuk mantan presiden masih jauh lebih mahal dari “Seribu Rumah” untuk pegawai rendahan. Padahal, sang mantan presiden telah memperoleh harta berlipat ganda selama menjabat, memiliki jaringan bisnis yang tak terbayang dahsyatnya, (sudah) punya rumah pribadi yang kelewat mewah! Haruskah si kaya raya diserahi lagi rumah mewah gratis yang dibayar dari uang rakyat, sementara si pegawai kecil, yang untuk dapat jatah di proyek “Seribu Rumah” itu harus berjuang mengajukan proposal, masih harus membayar cicilan?

Betapa mulianya bila Megawati, yang sering disebut sebagai ibu-nya rakyat Indonesia itu, membuat Keppres yang berisi bahwa ia tidak minta fasilitas apa-apa setelah tak menjabat presiden lagi. Betapa harum namanya kelak jika Mega memilih menyumbangkan anggaran fasilitas itu untuk kepentingan rakyat yang jauh lebih membutuhkan! Toh, kekayaannya sebagai mantan presiden pun tak akan habis untuk anak cucu-nya sampai beberapa turunan.

Begitulah. Bahkan untuk urusan seperti ini, hawa nafsu masih mendominasi pikiran manusia.

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Satu tanggapan untuk “Keppres dari Presiden untuk Presiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.