Warning: Semakin Banyak Travel Warning

Pasca Bom Kuningan, sejumlah negara ramai-ramai bikin travel warning kepada warganya: hati-hati melakukan perjalanan ke Indonesia, karena Indonesia tidak lebih aman dari Iraq atau Palestina.

Saya miris juga. Negeri dengan penduduk yang konon ramah ini sekarang menyimpan potensi ketakutan sedemikian rupa. Lepas dari urusan politik yang sulit dimengerti itu, cap bahwa Indonesia tidak aman sungguh menyayat rasa nasionalisme sebagai anak bangsa. Egoisme sebagai orang Indonesia membuat saya kadang berpikir; persetan lah dengan bule-bule itu. Kalo memang nggak mau traveling ke Indonesia, yo wis. Emang gue pikirin.

Untungnya (selain egoisme itu) saya masih berpikir objektif juga; betapa pun, republik ini sudah tidak bisa lepas dari tangan asing. Kita tak mungkin menolak orang berkunjung ke Indonesia, baik untuk urusan berwisata maupun karena mereka memang harus datang. Sebab faktanya, aset-aset bangsa memang sudah dipegang tangan asing. Bahkan nasib bangsa makmur gemah ripah loh jinawi ini juga di tangan asing pula — yang bak rentenir, mengikat kita lewat kucuran utang-utang itu.

Makanya, meskipun melarang warganya berkunjung, tangan-tangan asing sesungguhnya tetap menanam cakar mereka di Indonesia. Mereka hunjam terus cakar itu hingga kita tak sadar lagi sudah berada di dalam cengkeramannya. Dan pemerintah kita cuma bisa manggut-manggut ketika ada pemerintah negara asing bikin travel warning — seolah Indonesia adalah negeri penuh wabah penyakit yang harus dihindari. Mereka bilang negeri ini tak layak dikunjungi. Padahal mereka mengeruk banyak keuntungan jauh dari apa yang pernah orang Indonesia keruk. Betapa kita terus dibuat terhina!

Kita merindukan sebuah kebanggaan menjadi anak bangsa ini.

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Satu tanggapan untuk “Warning: Semakin Banyak Travel Warning

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.