Hadiah Penjara untuk Situs Porno

Pernah buka situs web xxx? Kalau belum, Anda sungguh keterlaluan!

Saya kenal internet sejak tahun 1997, dan perkenalan pertama tentu saja dengan situs-situs porno. Saat itu, tak ada yang lebih menarik untuk dijelajahi kecuali itu. Apalagi penjelajahan selalu dengan penuh tantangan: mencari celah-celah gratis di situs porno yang kebanyakan harus bayar itu. Sekarang, situs porno berhamburan di banyak tempat — dan tentu saja lebih banyak yang gratis.

Dulu, saya berpikir penggemar situs porno didominasi kaum pria. Belakangan saya sadar bahwa semakin banyak juga wanita yang suka. Mungkin ini sudah bawaan manusia yang secara lahiriah memang selalu ingin tau orang lain, termasuk bagaimana “ketelanjangan” ditampilkan. Nah, internet memberi sangat banyak kemudahan untuk menyalurkan bakat pornografi manusia itu; bebas sensor, privat (bisa sembunyi-sembunyi), pilihan banyak, bisa dinikmati kapan saja, bisa dipelototin suka-suka.

Tapi ada kabar yang kurang baik bagi penggemar situs porno di China. Di negeri itu, pemerintahnya membuat regulasi yang lumayan menakutkan; ancaman hukuman penjara seumur hidup bagi penyebar materi pornografi maya, baik di internet maupun lewat ponsel. Aturan ini berlaku untuk semua modus pornografi, yang komersial maupun sekadar iseng. Demi menegakkan aturan ini, pemerintah China bahkan sudah menutup ribuan warnet. Padahal… padahal nih… banyak situs porno yang menarik justru menampilkan model gadis-gadis China huehehehe…

Saya jadi ingat Banjarmasin dan Palangka Raya, dua kota berdekatan di Kalimantan. Di Banjarmasin ada Perda (peraturan daerah) yang melarang peredaran minuman keras. Sebaliknya di Palangka Raya, minuman keras sekeras apa pun dijual bebas. Faktanya? Di Banjarmasin hampir mudah menjumpai orang mabuk di pinggir jalan. Di Palangka, kita bisa bebas keluyuran di semua sudut kota malam-malam tanpa diganggu orang mabuk!

Apa hubungannya? Ya… dengan regulasi melarang pornografi itu, situs-situs porno produksi China justru semakin banyak. Mungkin memang begitu naluri manusia; kalau larangan bisa dilanggar dan selamat, untuk apa menurut?

Di Indonesia, regulasi melarang pornografi sebenarnya sudah ada sejak lama. Tapi polisi kita, meskipun sudah punya divisi cyber crime, masih kalah canggih dengan pemain-pemain situs porno. Toh, sampai hari ini, situs-situs porno Made in Indonesia tetap berkibar, dengan model-model gadis asli Indonesia pula. Atau, pak polisi termasuk penggemar juga?

Untungnya (percaya ga percaya nih…) saya sudah “insyaf” dan tak lagi gemar melototin situs porno. Suerrrr….

Win Dede

Win Dede a.k.a Erwin D. Nugroho. Anak kampung dari pelosok Kalimantan, bermukim dan beraktivitas di belantara Jakarta. Selain menulis dan memotret, jalan-jalan adalah kegemarannya yang lain.

Beri Tanggapan (atau pilih komentar via akun media sosial)

5 tanggapan untuk “Hadiah Penjara untuk Situs Porno

  • 22 Mei 2008 pada 21:07
    Permalink

    alaaaaaah
    pemerintah terlalu mengurus urusan yang g penting banget tau nggakk..
    klo mo membatasi yaaaaa awasi dulu dong tuh di film layar lebar, di pasar loak dijual dvd porno nggak dilarang
    urus duilulah tuh korupsi apa kek…
    pake sok mengurus para pangguna internett chuiiii

  • 24 Juli 2008 pada 13:12
    Permalink

    pemerinyah seharusnya tidak melarang atau membuat kebijakan yang menghadang arus informasi global. Apapun bentuk dan sifatnya. yang berhak membina urusan moral adalah pendidikan agama yang dalam hal ini yang bersentuhan secara langsung adalah peranan ulama atau pemuka agama./

  • 31 Juli 2008 pada 19:49
    Permalink

    bener suerr pak….? dikit-dikit memang ngak pernah lagi ya pak?
    heheheee…… kidding’

  • 29 September 2008 pada 19:48
    Permalink

    Saya ingin lihat situs porno,artis indonesia.kok susah ya.?

  • 25 Februari 2009 pada 18:31
    Permalink

    Anjing!!!!

    pake acara ditutup segala, Gak usa pada sok sucilah….

Komentar ditutup.

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...

No Trackbacks.